beritajogja.co | KOTAGEDE – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, S.E., memimpin acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri langsung dari berbagai lapisan masyarakat di Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta. Acara yang berlangsung pada minggu, 29 Juni 2025 ini menarik antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari ibu-ibu, tokoh masyarakat, pemuda, serta pelaku pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutan pembukanya, Ibu Siti menegaskan bahwa Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukanlah sekadar formalitas, melainkan pedoman hidup yang harus diamalkan bersama.
Pendekatan yang berbeda diterapkan dalam sosialisasi kali ini. Materi tidak disampaikan secara umum, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok peserta, menjadikannya lebih relevan dan mudah dipahami.
Materi Disegmentasi Sesuai Kebutuhan
Pembagian materi berdasarkan kelompok peserta menjadi kunci sukses acara ini. Setiap kelompok mendapatkan pemahaman yang mendalam sesuai dengan perannya masing-masing dalam masyarakat.
- Untuk Ibu-ibu dan Tokoh Masyarakat: Materi difokuskan pada Pancasila sebagai Pandangan Hidup dan Keadilan Sosial. Narasumber menekankan pentingnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Praktik-praktik sehari-hari seperti arisan, koperasi, dan kegiatan PKK disorot sebagai contoh konkret implementasi Pancasila di tingkat lokal. Peran vital perempuan sebagai motor penggerak komunitas juga ditekankan.
- Untuk Generasi Muda: Materi dipusatkan pada UUD 1945, Digitalisasi, dan Kewarganegaraan Aktif. Peserta muda diajak untuk memahami UUD 1945 sebagai fondasi negara dan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam demokrasi. Ibu Siti menyoroti pentingnya pemanfaatan media digital secara positif, mengajak pemuda untuk berkreasi dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan secara kreatif melalui media sosial.
- Untuk Pelaku Pariwisata: Materi difokuskan pada NKRI & Bhinneka Tunggal Ika dalam Konteks Kebudayaan dan Pariwisata. Para pelaku wisata diingatkan untuk menjadikan keragaman budaya—mulai dari seni, adat, hingga kuliner—sebagai kekuatan utama dalam mempromosikan pariwisata. Nilai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ditekankan sebagai landasan etika dan identitas yang harus dijaga dalam setiap praktik wisata, demi menciptakan pengalaman yang edukatif sekaligus menguatkan rasa kebangsaan.
Dialog Interaktif: Masyarakat Bertanya, Ibu Titiek Soeharto Menjawab
Sesi dialog interaktif menjadi bagian paling dinamis dari acara. Para peserta secara langsung menyampaikan pertanyaan-pertanyaan relevan yang dijawab dengan lugas oleh Ibu Titiek:
- Ibu Yuni (pelaku pariwisata) menanyakan bagaimana Empat Pilar bisa menjadi modal pariwisata. Ibu Titiek menjawab dengan mantap bahwa menyorot keberagaman budaya dalam paket wisata adalah cara efektif menjadikan pariwisata sebagai cermin Bhinneka Tunggal Ika.
- Pak Darmin (tokoh masyarakat) bertanya tentang peran perempuan dalam pembangunan komunitas. Ibu Titiek menekankan bahwa Pancasila menjamin kesetaraan dan perempuan adalah motor komunitas yang harus diberdayakan.
- Mas Arief (pemuda kreatif) menanyakan cara memanfaatkan media sosial untuk menjaga relevansi nilai kebangsaan. Ibu Titiek memberi arahan untuk membuat konten positif yang menceritakan Pancasila dan kisah persatuan, menjadikan pemuda sebagai agen perubahan digital.
Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk membawa nilai-nilai kebangsaan ke dalam keluarga, masyarakat, dan pekerjaan mereka. Semangat yang terpancar dari setiap peserta menunjukkan harapan besar bahwa nilai-nilai Empat Pilar akan benar-benar teramalkan dalam kehidupan sehari-hari.