Denpasar, Bali — Pelarian panjang salah satu buronan Interpol paling dicari di Eropa akhirnya berujung di Pulau Dewata. Costinel-Cosmin Zuleam, buronan asal Rumania berusia 33 tahun yang masuk daftar paling dicari otoritas Eropa, ditangkap tim gabungan kepolisian di Denpasar pada 15 Januari 2026 setelah bersembunyi di Bali selama hampir dua tahun.
Pelarian dan Penangkapan di Bali
Cosmin masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Soekarno-Hatta setelah melarikan diri dari Rumania, tempat ia menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan dan perampokan yang kejam di Kota Sibiu, Rumania.
Kepolisian Rumania menerbitkan surat perintah penangkapan pada 19 November 2023, menyusul peristiwa penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha lokal yang berujung pada kematian korban. Dalam aksi itu, Cosmin bersama dua rekannya juga mengancam anak perempuan korban demi menguasai akun kripto dan jam tangan mewah senilai sekitar €200.000. Dua rekan Cosmin telah lebih dulu ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, kemudian dihukum penjara seumur hidup.
Selama bersembunyi di Bali, Cosmin berpindah-pindah lokasi untuk menyamarkan jejaknya dan hidup dengan gaya rendah agar tidak menarik perhatian aparat penegak hukum. Ia menjaga kehidupan tertutup dan mencoba tidak terlibat aktivitas yang bisa memicu kecurigaan pihak berwajib Indonesia maupun internasional.
Tim gabungan yang dipimpin Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bekerja sama dengan Sekretariat NCB-Interpol Indonesia serta Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar selama empat hari untuk mengejar dan akhirnya menangkap Cosmin di wilayah Denpasar.
Pernikahan Siri & Kehidupan di Bali
Fakta mengejutkan terungkap saat proses penangkapan Cosmin: selama bersembunyi, ia menikah secara siri dengan seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Komisaris Besar Polisi Ricky Purnama, Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional NCB-Interpol Indonesia, menyebutkan bahwa pernikahan ini baru diketahui pihak berwenang saat Cosmin ditangkap.
Menurut Ricky, Cosmin hampir tidak beraktivitas di luar rumah karena takut terdeteksi aparat. Ia justru hidup dari penghasilan yang diperoleh dari pasangan sirinya, sementara ia sendiri menjaga profil rendah. Pihak pasangan Cosmin juga tidak menyadari bahwa suaminya merupakan buronan internasional yang tengah dalam daftar pencarian global.
Pernikahan siri tersebut sempat menjadi cara Cosmin untuk berbaur dengan masyarakat lokal sambil berharap identitas aslinya tidak terungkap. Namun akhirnya upaya itu gagal setelah interaksi intelijen antara NCB Rumania dan NCB Interpol Jakarta membuahkan titik terang mengenai keberadaan buronan itu di Indonesia.
Kasus Kriminal yang Membuatnya Dicari Interpol
Kasus Cosmin bukan sekadar perampokan biasa. Berdasarkan pengungkapan polisi, motif di balik kejahatannya tidak hanya soal harta benda tetapi juga penguasaan akun kripto milik korban, yang menunjukkan tingginya tingkat kekerasan dan unsur kejahatan transnasional dalam perbuatannya. Polisi menuturkan bahwa penyiksaan yang dilakukan Cosmin terhadap korbannya berlangsung intens dan mengakibatkan kematian sang pengusaha.
Lebih lanjut, keterlibatan anak korban dalam tindakan kriminal tersebut menjadikan kasus ini salah satu yang paling brutal dan memicu pengejaran intensif otoritas Rumania dan Interpol.
Upaya Penanganan & Ekstradisi
Setelah penangkapan, proses hukum di Bali berlanjut dengan penahanan di Polda Bali sebelum proses serah terima. Brigjenpol Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, memastikan bahwa Cosmin telah memasuki tahap akhir proses hukum di Indonesia dan akan dipulangkan ke Rumania untuk menjalani persidangan atas kasus yang menjeratnya.
Cosmin digiring dari Mapolda Bali pada malam 20 Januari 2026 dan disiapkan untuk diterbangkan ke Bucharest, ibu kota Rumania, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan setempat.











