YOGYAKARTA – Sebanyak 33 siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Yogyakarta siap mewakili Kota Yogyakarta dalam kompetisi OMI tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar Oktober 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, saat memberikan pembekalan menegaskan bahwa para peserta tidak lagi membawa nama sekolah atau madrasah masing-masing. Mereka kini menjadi duta Kota Yogyakarta.
“Kalian semua adalah duta dari Kota Yogyakarta. Kami semua menaruh harapan besar agar kalian mendapatkan prestasi terbaik di ajang OMI tingkat provinsi.”
Baca juga:
Breaking News, PP Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan Pada Kamis, Kemenag Akan Sidang Isbat Petang Ini
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Ahmad Shidqi mengingatkan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh perolehan juara. Menurutnya, proses persiapan, kesungguhan berlatih, serta karakter yang dibangun selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting.
Para siswa diminta terus berlatih bersama pembimbing dan mempersiapkan diri menghadapi materi serta soal-soal kompetisi.
“Yang paling penting adalah prosesnya. Juara adalah bonus. Kesungguhan kalian dalam mengikuti proses persiapan menunjukkan komitmen untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, peserta juga diingatkan menjaga sportivitas, integritas, dan kejujuran selama kompetisi.
Ahmad Shidqi menilai prestasi yang diperoleh melalui kecurangan tidak memiliki nilai pendidikan. Karena itu, kejujuran diharapkan menjadi bagian dari karakter peserta, baik selama OMI maupun dalam kehidupan mereka selanjutnya.
33 Peserta Hasil Seleksi 217 Siswa
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Musyadad, menjelaskan 33 siswa tersebut merupakan hasil seleksi tingkat Kota Yogyakarta.
Mereka terdiri atas juara 1, 2, dan 3 dari 11 cabang lomba, yang sebelumnya diseleksi dari total 217 peserta OMI tingkat Kota Yogyakarta.
“Para siswa yang hadir ini adalah siswa yang terpilih dari 217 peserta OMI tingkat Kota Yogyakarta,” kata Musyadad.
OMI tingkat Provinsi DIY akan berlangsung di MAN 1 Yogyakarta. Tahap uji coba dijadwalkan pada 1 dan 2 Oktober 2026, sedangkan kompetisi utama berlangsung pada 5 dan 6 Oktober 2026.
Peserta diminta mencermati jadwal pada kartu ujian karena waktu pelaksanaan dapat berbeda antara satu peserta dengan peserta lainnya. Peserta juga diminta hadir di lokasi setidaknya 30 menit sebelum kompetisi dimulai.
Target Berlanjut ke Tingkat Nasional
Kemenag Kota Yogyakarta berharap kontingen tidak sekadar berpartisipasi dalam OMI tingkat DIY, tetapi mampu meraih prestasi dan melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.
Ahmad Shidqi juga mengingatkan peserta menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi dan waktu istirahat selama masa persiapan.
Menutup pembekalan, ia mengajak para siswa memadukan latihan, ikhtiar, menjaga kesehatan, dan doa.
Bagi Kemenag Kota Yogyakarta, keikutsertaan 33 siswa tersebut bukan hanya tentang kompetisi akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk membawa nama Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan sekaligus menunjukkan karakter generasi muda yang menjunjung integritas. [HK]











