NasionalNewsOlahragaSleman

Korem 072/Pamungkas Klarifikasi Insiden di Jogja Marathon, Tegaskan Tak Ada Konflik

×

Korem 072/Pamungkas Klarifikasi Insiden di Jogja Marathon, Tegaskan Tak Ada Konflik

Sebarkan artikel ini
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono di acara Mandiri Jogja Marathon 2026

YOGYAKARTA – Korem 072/Pamungkas memberikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan ajudan Komandan Korem (Danrem) saat pelaksanaan ajang Mandiri Jogja Marathon 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial dan sejumlah platform digital.

Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Letkol Inf Chandra Kurniawan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika ajudan Danrem hendak memasuki area kegiatan untuk mendampingi pimpinan yang memiliki agenda resmi dalam rangkaian Jogja Marathon.

Korem 072/Pamungkas dan PT SKS Resmikan 8 Titik Sumur Bor di Gunungkidul

Menurut Chandra, petugas keamanan di lokasi menjalankan prosedur pemeriksaan akses yang berlaku bagi seluruh peserta maupun tamu undangan. Dalam proses tersebut terjadi miskomunikasi yang menyebabkan ajudan Danrem sempat tertahan sebelum akhirnya persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi di lapangan.

“Tidak ada konflik ataupun perselisihan antara anggota TNI dan petugas keamanan. Yang terjadi adalah miskomunikasi terkait prosedur akses masuk,” jelas Chandra.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas, panitia penyelenggara, dan pihak pengamanan acara tetap berjalan baik. Setelah dilakukan komunikasi, seluruh pihak dapat memahami prosedur masing-masing sehingga kegiatan tetap berlangsung lancar.

Korem juga mengapresiasi petugas keamanan yang menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan penyelenggara. Menurutnya, setiap petugas memiliki tanggung jawab memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan event yang diikuti ribuan peserta tersebut.

Insiden ini sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial yang menyebut adanya penolakan terhadap aparat TNI. Namun Korem menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tidak ada unsur kesengajaan ataupun tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap institusi tertentu.

Sejumlah pengamat keamanan menilai kejadian seperti ini sering terjadi dalam event berskala besar yang menerapkan sistem pengamanan berlapis. Perbedaan pemahaman mengenai akses VIP, protokoler, dan keamanan lapangan dapat memicu kesalahpahaman apabila koordinasi tidak dilakukan secara detail sejak awal.

Pihak Korem menyebut insiden tersebut telah selesai dan tidak akan diperpanjang. Evaluasi akan dilakukan bersama penyelenggara guna meningkatkan koordinasi pada kegiatan serupa di masa mendatang, terutama yang melibatkan pejabat negara, aparat keamanan, dan tamu undangan khusus.

Mandiri Jogja Marathon sendiri merupakan salah satu ajang olahraga terbesar di Yogyakarta yang setiap tahun menarik ribuan pelari dari dalam maupun luar negeri. Karena skala acaranya yang besar, penyelenggara menerapkan standar pengamanan yang ketat demi menjaga keselamatan seluruh peserta dan tamu yang hadir.[KM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *