BANTUL – Kinerja ekspor Kabupaten Bantul menunjukkan tren positif pada awal 2026. Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat nilai ekspor hingga April 2026 mencapai Rp532 miliar atau setara US$30,05 juta. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa produk-produk lokal Bantul semakin mampu bersaing di pasar internasional.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul menyebut negara tujuan ekspor Bantul masih didominasi Amerika Serikat, Jerman, China, Jepang, dan Perancis. Adapun komoditas unggulan yang paling banyak diekspor meliputi furnitur, kerajinan tangan, tekstil, hingga produk garmen.
“Produk UMKM dan industri Bantul memiliki kualitas yang semakin kompetitif. Ini yang membuat pasar luar negeri tetap memberikan kepercayaan terhadap produk dari Bantul,” ujarnya.
Kunjungan Kerja ke Bantul, Titiek Soeharto Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani
Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari peran pelaku usaha yang terus berinovasi dan mampu menyesuaikan kebutuhan pasar global. Selain itu, pendampingan pemerintah daerah melalui promosi dagang dan fasilitasi ekspor juga dinilai turut mendorong pertumbuhan perdagangan internasional daerah.
“Pemkab terus berupaya membuka akses pasar baru agar produk lokal Bantul bisa menjangkau lebih banyak negara,” katanya.
Di tengah perlambatan ekonomi global, capaian ekspor tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Bantul optimistis nilai ekspor masih dapat meningkat hingga akhir tahun seiring meningkatnya permintaan pasar internasional terhadap produk furnitur, kerajinan, dan tekstil asal Bantul. [KN]











