YOGYAKARTA – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mulai menata kawasan Stasiun Lempuyangan dengan membangun jalan baru sepanjang 394 meter dan lebar 9 meter. Jalan tersebut akan menjadi akses khusus kendaraan penumpang stasiun, terpisah dari jalan umum.
Penataan kawasan sisi selatan Stasiun Lempuyangan dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta. KAI mencatat stasiun tersebut melayani 5.392.700 penumpang pada 2024, kemudian meningkat sekitar 4 persen menjadi 5.605.414 penumpang pada 2025.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, jalan baru tersebut nantinya memisahkan akses kendaraan yang mengantar dan menjemput penumpang dengan arus lalu lintas umum.
Setiap hari, Stasiun Lempuyangan melayani sekitar 12.586 penumpang kereta api jarak jauh serta sekitar 4.500 pengguna KRL Yogyakarta–Palur. Selain penumpang, stasiun juga melayani angkutan barang.
The Rich Jogja Hotel: Penginapan Mewah dengan Lokasi Strategis di Jogja
11 Rumah Dibongkar
Pembangunan jalan baru tersebut diikuti penertiban 13 rumah perusahaan milik KAI di kawasan sekitar stasiun. Dari jumlah itu, 11 rumah telah dirobohkan, sedangkan dua lainnya dipertahankan berdasarkan arahan dan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
KAI menyatakan 13 bangunan tersebut tidak tercantum dalam Daftar Bangunan Warisan Budaya Daerah Kota Yogyakarta maupun data Cagar Budaya, berdasarkan keterangan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
Ke depan, kawasan Stasiun Lempuyangan diarahkan menjadi simpul integrasi antarmoda sekaligus ruang publik yang mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.
KAI berharap penataan tersebut dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung perkembangan pariwisata serta perekonomian lokal Daerah Istimewa Yogyakarta.











